INFO TERKINI ■ BONTANG – Menanggapi rencana aksi damai yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 13 April 2026, gelombang aspirasi masyarakat terkait pelayanan air bersih di Kota Bontang mulai mencuat. Aksi ini dipicu oleh ketidakpuasan pelanggan terhadap sejumlah kebijakan dan kualitas layanan yang diberikan oleh Perumda Tirta Taman.
Tiga Tuntutan Utama Masyarakat
Masyarakat yang tergabung dalam gerakan ini membawa tiga poin krusial yang dinilai berdampak langsung pada beban ekonomi dan kenyamanan warga, di antaranya:
Kenaikan Tarif Dasar Air Minum: Penolakan atau permintaan peninjauan kembali atas kebijakan kenaikan tarif.
Kualitas Air: Desakan peningkatan kualitas air yang dianggap belum memadai.
Stabilitas Distribusi: Permintaan kompensasi atas gangguan distribusi air yang sering tidak stabil.
Rekomendasi Strategis Bontang Leaders Forum (BLF)
Melihat eskalasi tersebut, Bontang Leaders Forum (BLF) melakukan kajian mendalam dan menyarankan Manajemen Perumda Tirta Taman untuk segera mengambil langkah mitigasi profesional sebelum aksi berlangsung. Adapun tiga langkah utama yang direkomendasikan adalah:
Transparansi Kebijakan: Menyiapkan dokumen profesional yang mendasari kebijakan kenaikan tarif untuk dipaparkan secara objektif kepada publik.
Audit Infrastruktur Lapangan: Melakukan pengecekan ulang terhadap meteran dan jaringan pipa, terutama bagi pelanggan yang mengalami lonjakan tagihan secara tidak wajar.
Ruang Dialog 24 Jam: Membuka jalur komunikasi intensif dengan perwakilan warga serta mengoptimalkan layanan Call Center atau WhatsApp pengaduan.
"Langkah-langkah ini perlu segera dituangkan dalam bentuk informasi publik atau aksi nyata di lapangan sebagai bentuk sikap responsif manajemen terhadap keluhan pelanggan," tulis rilis resmi dari pengkaji BLF.
Perwujudan Demokrasi
Penyampaian pendapat melalui aksi damai ini ditegaskan sebagai bentuk perwujudan demokrasi yang dijamin oleh konstitusi. Masyarakat berharap mendapatkan penjelasan konkret yang didukung oleh data obyektif, bukan sekadar janji administratif.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Perumda Tirta Taman diharapkan dapat memberikan ruang mediasi yang luas guna mencegah terjadinya kebuntuan komunikasi (deadlock) pada hari pelaksanaan aksi nanti.
(jusmin)

0 Komentar