Sokong Swasembada Pangan, Pupuk Indonesia Resmikan Modernisasi Pabrik Tertua di Bontang



INFO TERKINI - ​BONTANG – PT Pupuk Indonesia (Persero) resmi memulai babak baru dalam program revitalisasi industri pupuk nasional. Melalui anak usahanya, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), perusahaan meresmikan proyek Revamping Ammonia Pabrik-2 di Bontang, Kalimantan Timur, pada Kamis (29/1/2026).

​Langkah strategis ini dilakukan untuk memperbarui pabrik yang telah beroperasi sejak 1984 tersebut guna meningkatkan efisiensi energi, keandalan operasional, serta mendukung keberlanjutan swasembada pangan nasional.

​Efisiensi Energi dan Pemangkasan Emisi

​Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengungkapkan bahwa modernisasi ini membawa dampak signifikan pada sisi operasional dan lingkungan. Pabrik-2 kini mampu menekan konsumsi gas sebesar 4 MMBtu per ton amonia, atau hemat lebih dari 10% dibanding sebelumnya.

​"Peningkatan efisiensi ini membuat produksi amonia menjadi lebih hemat biaya dan mampu mengurangi emisi karbon hingga 110.000 ton CO2 per tahun," ujar Rahmad. Ia menambahkan bahwa proyek ini adalah cerminan visi besar negara dalam membangun kemandirian industri pupuk sebagai fondasi pangan nasional.

​Transformasi Digital dan Perpanjangan Usia Pabrik

​Proyek peremajaan yang dimulai sejak November 2023 ini mencakup penggantian peralatan utama seperti shift converter, Ammonia Converter, dan CO2 removal system. 

Selain itu, pabrik kini telah mengadopsi sistem digital:

​Penerapan Distributed Control System (DCS): Memungkinkan pengendalian proses yang lebih akurat dan pemantauan secara real-time.

​Analisis Gangguan: Memudahkan tim teknis dalam mendeteksi dan menangani kendala operasional secara cepat.

​Perpanjangan Usia: Peremajaan ini diproyeksikan memperpanjang umur teknis pabrik hingga 15 tahun ke depan.

​Bagian dari Strategi Nasional 2029
​Modernisasi ini terlaksana berkat dukungan regulasi melalui Perpres Nomor 113 Tahun 2025 yang memberikan fleksibilitas bagi Pupuk Indonesia untuk melakukan revitalisasi. Proyek di Bontang ini merupakan yang pertama dari tujuh proyek besar yang ditargetkan rampung hingga tahun 2029.

​Beberapa proyek lain yang masuk dalam daftar revitalisasi antara lain:
​Revitalisasi Pusri 3B
​Pengembangan NPK Phonska VI (Petrokimia Gresik)
​Pabrik Amurea PIM III

​Kawasan Industri Pupuk (KIP) Fakfak

​Dukungan Pemerintah dan DPR
​Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang turut hadir dalam peresmian tersebut mengapresiasi langkah cepat Pupuk Indonesia Group. "Syarat menjadi lumbung pangan dunia adalah kita harus merevitalisasi industri pupuk kita. Ini sejalan dengan arahan Presiden," tegasnya.

​Senada dengan Mentan, Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, menekankan bahwa pembaruan pabrik ini adalah investasi jangka panjang. "Yang kita rawat bukan sekadar mesin, melainkan harapan jutaan petani Indonesia untuk kedaulatan pangan," tuturnya.

​Dengan kapasitas tahunan mencapai 595 ribu ton amonia dan 570 ribu ton urea, Pabrik-2 Pupuk Kaltim kini siap kembali menjadi tulang punggung pemenuhan nutrisi tanaman nasional dengan standar yang lebih ramah lingkungan.

(Jusmin)

0 Komentar