APBD 2026 Dipangkas, Masata Bontang Dorong Kolaborasi Pentahelix di Sektor Poparekraf


INFO TERKINI - ​BONTANG – Menghadapi tantangan penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang cukup signifikan pada tahun 2026, Pemerintah Kota Bontang dituntut untuk lebih kreatif dan jeli dalam menggali sumber pendapatan baru. 

Dewan Pimpinan Cabang Masyarakat Sadar Wisata (DPC MASATA) Kota Bontang secara resmi menyatakan dukungannya terhadap langkah terobosan yang diinisiasi oleh Bapenda dan Dispopar dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Poparekraf).

​Solusi Strategis di Tengah Efisiensi

​Pemangkasan APBD 2026 yang bertujuan untuk efisiensi dan ketepatan sasaran program diakui akan membawa dampak pada kontraksi ekonomi lokal. Namun, Ketua DPC MASATA Kota Bontang, Eko Satrya, menilai situasi ini sebagai momentum bagi Pemkot untuk melakukan eksplorasi besar-besaran terhadap potensi daerah.

​"Langkah kolaborasi lintas OPD antara Bapenda dan Dispopar adalah solusi konkret. Kita perlu sinergi Pentahelix—yang melibatkan pemerintah, komunitas, akademisi, pengusaha, dan media—untuk mengeksplorasi, mengekspos, dan mengatraksikan potensi kita agar dampak pemangkasan anggaran dapat diminimalisir," ujar Eko Satrya.

​Fokus pada Sektor Ekonomi Riil

​Menurut MASATA, jika program kerja dikolaborasikan secara terintegrasi, dampaknya tidak hanya akan terlihat pada angka PAD, tetapi juga pada denyut ekonomi masyarakat bawah. Sektor-sektor produktif seperti UMKM, PKL, jasa transportasi, akomodasi, hingga kuliner akan tumbuh seiring dengan meningkatnya daya tarik Bontang sebagai magnet kunjungan wisatawan regional maupun mancanegara.

​Usulan Program Unggulan

​Sebagai bentuk kontribusi pemikiran, DPC MASATA mengusulkan tiga pilar program utama untuk mendongkrak sektor Poparekraf:

​Wisata Olahraga (Sport Tourism): Menyelenggarakan ajang olahraga skala regional dan nasional secara rutin di Bontang.

​Optimalisasi Infrastruktur Tematik: Memanfaatkan keunggulan geografis laut dan pesisir untuk aktivitas snorkeling, diving, hingga olahraga perahu layar (sailing).

​Paket Wisata Terintegrasi: 

Menciptakan produk wisata yang menggabungkan wisata industri, alam, dan kuliner dalam satu kesatuan perjalanan yang menarik.

​"Kami optimis, dengan pengelolaan yang tepat dan terkoordinasi, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif akan menjadi pilar baru yang tangguh bagi kemandirian ekonomi Kota Bontang ke depan," tutup Eko.

​Penulis: [jusmin ]

Sumber: DPC MASATA Kota Bontang

0 Komentar