Satu Senja di Maryam Palace: Saat Rindu Alumni IKA 87 SMAN 200/1 Soppeng Menemukan Pulangnya

INFO TERKINI ■ SOPPENG – Ada yang lebih berharga daripada sekadar angka yang keluar dari kotak undian di Maryam Palace Hotel Soppeng, Rabu (8/4/2026). 

Di bawah langit sore Jalan Kayangan, puluhan alumni IKA 87 SMAN 200/1 Soppeng kembali merajut kisah lama dalam agenda arisan rutin yang penuh balutan nostalgia.

​Acara yang dimulai pukul 15.30 WITA ini mengubah ruang pertemuan menjadi lorong waktu. 

Puluhan tahun berpisah tak membuat rasa persaudaraan mereka memudar; justru semakin mengental seperti aroma kopi yang tersaji sore itu.


​Tentang Rindu dan Cerita Lama

​Bagi para alumni yang kini menetap di Bumi Latemmamala, pertemuan ini adalah "oase" di tengah hiruk-pikuk kesibukan masing-masing.

Gelak tawa pecah saat satu per satu kenangan masa berseragam putih abu-abu kembali diceritakan.


​Seorang peserta arisan, dengan mata berbinar, mengungkapkan perasaannya:

​"Arisan ini bukan tentang siapa yang dapat uangnya hari ini, tapi tentang siapa yang masih bisa kita peluk bahunya. 

Kami datang membawa rambut yang mungkin sudah memutih, tapi di sini, hati kami kembali jadi remaja usia 17 tahun lagi. 
Ini adalah cara kami melawan lupa."

​Pihak hotel pun turut merasakan energi positif dari kekompakan alumni ini. Maryam Palace Hotel yang strategis di jantung Kecamatan Lalabata menjadi saksi bisu betapa abadinya sebuah persahabatan.

​Salah satu staf pelayanan hotel yang bertugas sore itu turut memberikan kesannya:

​"Senang sekali melayani Bapak dan Ibu dari IKA 87. Suasananya sangat hangat, berbeda dengan rapat formal biasanya.

Melihat mereka tertawa lepas bersama teman lama membuat kami yang melayani pun ikut tersenyum. 

Kami berusaha memberikan kenyamanan terbaik agar reuni kecil ini terasa seperti di rumah sendiri."

​Abadi dalam Kebersamaan

​Pertemuan ditutup dengan sesi foto bersama. Di depan lensa kamera, mereka berpose bukan sebagai pejabat, pengusaha, atau pensiunan, melainkan sebagai sahabat seperjuangan. Arisan ini mempertegas bahwa bagi IKA 87 SMAN 200/1, waktu boleh saja berlalu, namun ikatan persaudaraan adalah sesuatu yang abadi.

Arisan berlanjut bulan Depan

​(Hmk)

0 Komentar