APBD Menurun, MASATA Kota Bontang Dorong Transformasi Ekonomi Kreatif Lewat "Kolaborasinergi" Pentahelix

INFO TERKINI ■ ​BONTANG – Kebijakan efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat yang berdampak pada menurunnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di berbagai daerah, termasuk Kota Bontang, menjadi tantangan besar sekaligus momentum untuk berbenah. 

Menanggapi situasi ini, DPC Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) Kota Bontang mengusulkan langkah strategis dengan menggeser fokus pembangunan menuju optimalisasi sektor ekonomi kreatif (Ekraf).

​Menurut MASATA, penurunan APBD seharusnya menjadi katalis bagi Pemerintah Kota Bontang untuk lebih kreatif dan inovatif. Program kerja pemerintah daerah kini dituntut tidak lagi sekadar menjalankan kegiatan yang bersifat seremonial, melainkan fokus pada kegiatan yang mampu memicu dan memacu pertumbuhan ekonomi lokal secara riil.

​"Sisi positif dari menurunnya APBD adalah memaksa kita untuk memprioritaskan program pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Caranya adalah dengan memaksimalkan potensi ekonomi kreatif yang kita miliki," tulis pernyataan resmi DPC MASATA Kota Bontang.

​17 Sub Sektor Ekraf: Senjata Baru Ekonomi Bontang

​MASATA mengidentifikasi 17 sub sektor ekonomi kreatif yang memiliki potensi besar untuk dieksplorasi di Kota Taman. 

Mulai dari sektor kuliner dan fesyen yang sudah mapan, hingga sektor berbasis digital dan desain yang masih luas ruang kembangnya, antara lain:

​Berbasis Konten & Digital: Pengembangan permainan, film, animasi, video, fotografi, dan televisi/radio.

​Desain & Arsitektur: Arsitektur, desain interior, desain produk, dan 

Desain Komunikasi Visual (DKV).

​Seni & Budaya: Musik, seni rupa, seni pertunjukan, dan kriya.

​Jasa Kreatif: Periklanan, penerbitan, fesyen, dan kuliner.

​Strategi "Kolaborasinergi" Pentahelix
​Untuk menghidupkan 17 sub sektor tersebut, MASATA menekankan pentingnya konsep @kolaborasinergi melalui pendekatan Pentahelix. 

Kerja sama ini melibatkan lima pilar utama yang harus bergerak seirama:

Pilar Peran Strategis
Pemerintah Sebagai regulator dan fasilitator kebijakan (OPD terkait).

Dunia Usaha (DUDI) Memberikan dukungan investasi, CSR, dan akses pasar.

Akademisi Menyediakan riset, inovasi, dan pengembangan SDM unggul.

Komunitas Penggerak utama (motor) kreativitas di akar rumput.

Media Membangun narasi, publikasi, dan amplifikasi potensi lokal.

​Penurunan anggaran bukan berarti pembangunan berhenti. Dengan memaksimalkan kolaborasi lintas sektor melalui OPD terkait, Pemerintah Kota Bontang diyakini mampu menciptakan ekosistem ekonomi baru yang tidak lagi bergantung sepenuhnya pada dana bagi hasil pusat.

​Langkah ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan daya beli masyarakat, dan pada akhirnya memperkuat struktur ekonomi Kota Bontang agar lebih mandiri dan berdaya saing di masa depan.

(Jusmin)

0 Komentar