INFO TERKINI ■ Bontang - Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) resmi meluncurkan aplikasi Teman Naker, Rabu (1/4/2026) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.
Kepala Disnaker Bontang, Asdar Ibrahim menyampaikan aplikasi ini merupakan bagian dari upaya menekan angka pengangguran melalui inovasi digital.
Kata beliau mengusung tema “Jembatan Kolaborasi Dunia Kerja Bontang”, aplikasi ini diharapkan menjadi solusi konkret yang menghubungkan pencari kerja dengan perusahaan secara lebih cepat, efektif, dan transparan.
[1/4 18.54] Biro Bontang: Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menegaskan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadapi era transformasi digital.
“Kota Bontang berada di era yang menuntut kecepatan dan transparansi. Pemerintah harus berada di garda terdepan dalam adopsi teknologi,” katanya.
Menurut Agus Haris, aplikasi “Teman Naker” tidak hanya berfungsi sebagai portal informasi, tetapi juga sebagai ekosistem digital yang dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara kebutuhan industri dan kompetensi tenaga kerja.
Ia juga menyoroti ketidakseimbangan antara jumlah pencari kerja dan ketersediaan lapangan kerja. Dalam satu lowongan, kata dia, puluhan pelamar bisa bersaing.
“Kondisi ini menjadi tantangan besar. Pemerintah dan dunia usaha harus bersama-sama menekan angka pengangguran,” ujarnya.
Karena itu, ia mendorong perusahaan untuk aktif menyampaikan proyeksi kebutuhan tenaga kerja setiap tahun. Langkah ini dinilai penting agar pemerintah dapat menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Pemkot Bontang juga menargetkan sekitar 75 persen tenaga kerja di perusahaan berasal dari warga lokal, sebagaimana diamanatkan dalam regulasi daerah.
“Ini bukan sekadar kewajiban, tetapi komitmen bersama agar masyarakat Bontang ikut merasakan manfaat keberadaan industri,” tegasnya.
Dengan sistem yang terintegrasi melalui “Teman Naker”, pemerintah berharap tidak ada lagi kesenjangan informasi terkait peluang kerja dan pelatihan. Di sisi lain, perusahaan juga tidak kesulitan mencari tenaga kerja lokal yang kompeten.
Pemkot Bontang optimistis, inovasi ini menjadi langkah strategis menuju target “zero pengangguran” sekaligus mendorong terciptanya sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing
(jusmin)

0 Komentar