Mengabdi untuk Tanah Kelahiran: Perjalanan Sofyar Sandi Mansyur dari Bintang Lapangan Hingga Jadi Pelatih Handal Sulawesi Selatan

INFO TERKINI 🕳️ ​MAKASSAR — Perjalanan karier seseorang dalam dunia olahraga sering kali penuh dengan kejutan. Hal inilah yang menggambarkan sosok Sofyar Sandi Mansyur, mantan atlet bulutangkis nasional yang kini memilih kembali ke tanah kelahirannya, Sulawesi Selatan, untuk melatih dan mencetak bibit-bibit muda berbakat di cabang olahraga bulutangkis.
​Perjalanan Sofyar terbilang unik. Saat aktif sebagai pemain, ia berpindah dan membela berbagai daerah yang membutuhkan kemampuannya. 

Namun, saat memutuskan untuk melangkah ke dunia kepelatihan, suami dari Putri Ayu Sari, SE ini memilih pulang ke kampung halaman untuk menggembleng talenta-talenta lokal Sulawesi Selatan.

​Rekam Jejak Prestasi yang Gemilang

​Sebelum mendedikasikan hidupnya di pinggir lapangan sebagai pelatih, Sofyar Sandi Mansyur memiliki rekam jejak yang mengagumkan sebagai atlet. 

Pendidikan formalnya yang dimulai dari SD Negeri Bawakaraeng 1 Makassar, dilanjutkan ke SMP Yayasan Kanisius Kudus, hingga SMA Kramat Kudus, beriringan dengan karier bulutangkisnya yang menanjak.

​Ia tercatat pernah membela klub raksasa nasional, yakni PB Djarum Surabaya (1991–1993) dan PB Djarum Kudus (1993–1998). 

Deretan prestasi yang pernah diraihnya antara lain:

​Juara I Tunggal Anak-Anak Porseni SD Kota Makassar (1991)
​Juara I Tunggal Pemula Putra di Solo (1993)
​Juara I Tunggal Pemula Putra di Surabaya (1994)
​Juara I Zona D Tunggal Remaja Wilayah Timur di Makassar
​Juara III Sirnas Tunggal Remaja di Bandung & Solo (1997)
​Juara II (Medali Perak) Beregu ASEAN Schools di Vietnam (1997)

​Pengalaman Kerja dan Lisensi Kepelatihan

​Pengalaman Sofyar tidak hanya terbatas di dalam lapangan bulutangkis. Selepas menjadi atlet, ia mulai meniti karier kepelatihan di PB Djarum (1998–2002), Pelatih Porda Balikpapan (2002), hingga Pelatih Porda Penajam Paser Utara (2006). 

Di luar dunia olahraga, ia juga sempat dipercaya mengisi berbagai posisi penting, seperti di Dispenda Balikpapan (2003), PLN Balikpapan (2006), serta menjadi Ajudan Ketua DPRD Penajam Paser Utara (2007–2012).

​Kini, Sofyar aktif sebagai Pelatih Champion Makassar (2024–2026). Untuk menunjang kapabilitasnya, ia terus mengasah ilmu kepelatihan melalui berbagai sertifikasi resmi, di antaranya:

​BWF Coach Education Level 1 Course
​Penataran Pelatih Tingkat Dasar Bulutangkis oleh KONI Kab. Kudus
​Webinar Nasional "Siklus Gerakan Bulutangkis"
​Penghargaan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar sebagai Coach Juara II (Tunggal Putri Anak-Anak) pada kejuaraan bulutangkis (2025).

​Metode Pelatihan: Disiplin, Teknik, hingga Mental Bertanding
​Sebagai pelatih, Sofyar Sandi Mansyur dikenal memiliki keahlian khusus dalam melatih fisik dan mental secara intensif. 

Pendekatannya dimulai dari pembenahan teknik dasar, pembentukan kelincahan langkah kaki (footwork), hingga penyusunan strategi bertanding.
​Ia sangat menekankan konsistensi latihan untuk membangun muscle memory (memori otot) para atletnya. 

Program latihannya mencakup peningkatan stamina, latihan tanpa bola (shadow), ayunan raket, drill pukulan (tuding), hingga pengulangan teknik dasar seperti lob, drop shot, smash, dan netting. Dalam sesi sparing (uji coba), ia secara khusus menggembleng rotasi dan strategi bermain, terutama untuk sektor ganda dalam situasi pertandingan nyata.

​Diakui Orang Tua dan Anak Didik

​Ketegasan dan profesionalisme Sofyar membuatnya disegani sekaligus dicintai oleh para atlet muda maupun orang tua murid. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat disiplin dan tidak pandang bulu dalam melatih.

​"Kalau salah, ya harus ditegur dan dibenarkan. Tidak ada pilih kasih dalam latihan," ungkap salah satu prinsip kepelatihannya yang banyak mendapat sanjungan dari para orang tua atlet.

​Dedikasi Sofyar Sandi Mansyur menjadi angin segar bagi pembinaan bulutangkis di Sulawesi Selatan. Harapannya, dari tangan dingin sang pelatih, akan lahir kembali juara-juara baru yang mampu mengharumkan nama daerah dan Indonesia di kancah internasional.

 (Mwd)

0 Komentar