PT Kaltim Parna Industri Gandeng Dinkes Bontang Bentuk Agen Konselor Sebaya di Sekolah

INFO TERKINI 🕳️ Bontang - PT Kaltim Parna Industri (KPI) memperluas cakupan program Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang kesehatan melalui edukasi kesehatan mental bagi ratusan siswa baru SMKN 2 Bontang dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Kamis (16/7/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Dinas Kesehatan Kota Bontang sebagai bagian dari keberlanjutan program GAS (Germas Anak Sekolah) KolaKPIsang.

Supervisor CSR & External Relation PT Kaltim Parna Industri, Susana Afriati, mengatakan selama ini GAS Kolak Pisang dikenal sebagai program pencegahan stunting. Namun, seiring perkembangan kebutuhan masyarakat, sasaran program kini diperluas kepada remaja, khususnya dalam penguatan kesehatan mental.

Menurutnya, masa transisi dari remaja menuju dewasa merupakan periode yang membutuhkan perhatian khusus. Karena itu, ketika SMKN 2 Bontang meminta dukungan untuk mengisi materi MPLS, KPI memilih menghadirkan edukasi mental health yang dipadukan dengan program CSR perusahaan.

"Ini menjadi pembuka dari program keberlanjutan kami bersama Dinas Kesehatan. Anak-anak tidak hanya mendapatkan edukasi hari ini, tetapi juga akan memperoleh pendampingan setelah kegiatan ini selesai," ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, KPI bersama Dinas Kesehatan akan membentuk agen konselor sebaya di lingkungan sekolah. Program tersebut diharapkan menjadi jembatan bagi siswa yang mengalami persoalan psikologis, mengingat remaja umumnya lebih nyaman berbagi cerita kepada teman seusianya dibanding orang dewasa.

Para agen konselor nantinya akan dipilih oleh sekolah dengan mempertimbangkan kemampuan mereka merangkul teman-temannya. KPI juga menginginkan agen berasal dari siswa kelas X agar dapat menjalankan peran tersebut hingga mereka lulus, sekaligus menyiapkan regenerasi bagi angkatan berikutnya.

Susana menjelaskan setiap kelas direncanakan memiliki minimal dua agen konselor, terdiri dari satu siswa laki-laki dan satu siswa perempuan. Setelah ditetapkan, mereka akan mengikuti pelatihan khusus yang difasilitasi KPI bersama Dinas Kesehatan Kota Bontang.

Program tersebut sejatinya merupakan pengembangan dari kegiatan Agen Germas dan Agen Sebaya Remaja yang sebelumnya pernah dijalankan di Kota Bontang. Kini, konsep itu dihidupkan kembali dengan fokus awal di SMKN 2 sebelum nantinya dikembangkan ke sekolah lain.

"Kami berharap seluruh rangkaian program mampu membentuk mental remaja yang lebih tangguh dalam menghadapi tekanan kehidupan, mulai dari persoalan akademik, lingkungan pergaulan hingga tantangan era digital," ucapnya.

Lebih jauh, menurutnya, ketahanan mental menjadi bekal penting agar generasi muda mampu menyelesaikan persoalan secara bijak dan tumbuh menjadi pribadi yang kuat. (Jusmin)

0 Komentar