INFO TERKINI 🕳️ JAKARTA – Kabar duka menyelimuti dunia bisnis ritel dan pembiayaan tanah air. Pendiri utama Columbia (PT Columbindo Perdana), sebuah perusahaan ritel elektronik dan furnitur terkemuka di Indonesia, Leo Candra, dikabarkan meninggal dunia di Jakarta pada Senin, 20 Juli 2026.
Kepergian sang pelopor sistem cash & credit tersebut menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga besar, karyawan, serta para Alumni Columbia Makassar yang pernah merasakan langsung bimbingan dan kepemimpinan almarhum.
Ucapan Duka dan Penghormatan Terakhir
Melalui pesan berantai dan pernyataan resmi, perwakilan Alumni Columbia Makassar menyampaikan rasa kehilangan yang teramat dalam sekaligus rasa terima kasih atas segala jasa, dedikasi, dan ilmu yang telah diwariskan oleh almarhum.
"Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Terima kasih atas jasa-jasa dan ilmu Pak Leo selama bergabung bersama Columbia.
Selamat jalan, Pak Leo Candra. Semoga beliau beristirahat dengan damai di surga," tulis salah satu perwakilan alumni.
Kenangan Mendalam dari H.Muh Said: "Beliau Guru Besar Pembinaan SDM"
Salah seorang tokoh alumni Columbia, H. Muh . Said, turut membagikan kenangan personalnya yang sangat mendalam bersama mendiang Leo Candra. Di mata H. Said, almarhum bukan sekadar seorang bos atau pengusaha sukses, melainkan sosok guru dan mentor sejati.
"Saya adalah salah seorang murid kesayangan Pak Leo. Beliau sangat dekat dan selalu memberikan perhatian khusus kepada karyawannya.
Beliau memiliki hati yang sangat baik, tidak pernah menaruh dendam kepada siapa pun, dan selalu menginginkan agar karyawannya berhasil," ungkap H.Muh Said dengan nada haru.
H. Muh Said juga menjuluki Leo Candra sebagai "Guru Besar Cash & Credit" serta "Guru Besar Pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM)".
Di bawah kepemimpinannya, Columbia berkembang pesat hingga berhasil mendirikan sedikitnya 82 cabang yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.
Melahirkan Tokoh-Tokoh Besar
Lebih lanjut, H.Muh Said mengenang almarhum sebagai seorang sukesor bagi orang-orang kecil yang kemudian berhasil diantarkan menjadi orang besar.
Salah satu bukti nyata tangan dingin almarhum adalah lahirnya motivator dan pakar marketing ternama Indonesia, Tung Desem Waringin.
Doa Lintas Iman untuk Sang Mentor
Kepergian Leo Candra juga memicu simpati dan toleransi yang indah dari para mantan karyawannya. Meskipun berbeda keyakinan, doa-doa terbaik terus mengalir untuk mengiringi kepergian almarhum.
"Selamat jalan Pak Leo, kembali ke pangkuan Bapa di surga. Semoga beliau beristirahat dengan damai bersama para Kudus. Sebagai seorang Muslim, saya hanya bisa mengirimkan doa dan membacakan surah Al-Fatihah. Amin, amin," tutup H. Said.
Selamat jalan, Leo Candra. Dedikasi dan kontribusimu dalam membangun SDM serta industri ritel Indonesia akan selalu dikenang. (Red)

0 Komentar