Polemik Lonjakan Tarif PDAM Tirta Taman, BLF Soroti Penerapan Tarif Progresif

INFO TERKINI ■ BONTANG – Belakangan ini, masyarakat Kota Bontang dikagetkan dengan tagihan air PDAM Tirta Taman yang mengalami lonjakan drastis. Menanggapi keresahan tersebut, Bontang Leaders Forum (BLF) memberikan analisis terkait penyebab di balik tingginya biaya pembayaran yang dikeluhkan warga.

​Menurut kajian BLF, kenaikan pembayaran yang dirasakan masyarakat secara tiba-tiba dipicu oleh penerapan struktur tarif progresif. Dalam sistem ini, tarif per meter kubik akan semakin tinggi jika penggunaan air pelanggan melebihi batas standar kebutuhan pokok.

​Kebijakan ini diambil bukan tanpa alasan. Penggunaan tarif progresif merupakan instrumen untuk mendorong masyarakat agar lebih hemat dalam mengonsumsi air. 

Mengingat saat ini, sumber air utama PDAM Kota Bontang sepenuhnya masih bergantung pada air baku bawah tanah yang ketersediaannya terbatas.

​Secara umum, standar pemakaian air bersih untuk kategori rumah tangga di Kota Bontang berkisar antara 100 hingga 120 liter per orang per hari. Jika penggunaan melampaui angka tersebut, maka pelanggan secara otomatis akan masuk ke blok konsumsi dengan tarif yang lebih mahal.

​Masyarakat diimbau untuk mulai melakukan gerakan efisiensi penggunaan air bersih. Selain untuk menekan biaya pengeluaran rumah tangga agar tidak membengkak, langkah ini sangat krusial untuk menjaga ketahanan lingkungan.

​"Penting bagi masyarakat untuk melakukan efisiensi guna menghindari defisit ketersediaan air baku bawah tanah di masa depan," tulis pernyataan tersebut.

​Rumusan Perhitungan Tarif
​Sebagai informasi bagi pelanggan, penetapan tarif PDAM Tirta Taman didasarkan pada tiga variabel utama:

​Perhitungan Biaya Dasar: Biaya operasional yang dibutuhkan untuk mengolah dan mendistribusikan air.

​Blok Konsumsi: Pembagian volume pemakaian air (semakin banyak pemakaian, semakin tinggi blok tarifnya).
​Kelompok Pelanggan: Klasifikasi kategori pelanggan mulai dari sosial, rumah tangga, hingga industri.

​Diharapkan dengan pemahaman mengenai sistem progresif ini, masyarakat Kota Bontang dapat lebih bijak dalam mengatur keran air di rumah masing-masing demi menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan sumber daya alam.

(Jusmin)

0 Komentar