INFO TERKINI- Makassar– Pembangunan Kabupaten Soppeng ke depan dinilai memerlukan terobosan strategis untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerah. Mengingat letak geografisnya yang bukan merupakan daerah pelintasan utama di Sulawesi Selatan, pengembangan sektor pariwisata dianggap sebagai solusi paling rasional dan visioner untuk menarik kunjungan publik.
Tokoh masyarakat sekaligus pengamat pembangunan, Drs H.Mawardi,M.M mengungkapkan bahwa topografi wilayah Soppeng yang berbukit-bukit dan unik merupakan aset mahal yang belum tergarap maksimal secara industri.
Strategi "Destination Point"
H.Mawardi menganalisis bahwa posisi Soppeng sebagai "daerah kantong"—yang tidak dilewati jalur trans-provinsi utama seperti poros Maros-Pangkep-Barru—membuat orang jarang singgah jika tidak memiliki urusan khusus.
"Soppeng bukan daerah pelintasan. Jadi, orang yang datang ke sini memang harus memiliki niat atau kebutuhan yang kuat. Oleh karena itu, kita harus menciptakan 'magnet' melalui sektor pariwisata agar orang mau datang berkunjung," ujar Mawardi.
Menurutnya, strategi pembangunan harus bergeser dari sekadar penyediaan fasilitas menjadi pembentukan Destinasi Utama (Destination Point). Dengan begitu, keterpencilan geografis Soppeng justru bisa menjadi nilai jual sebagai destinasi yang eksklusif atau "permata tersembunyi" bagi para wisatawan.
Membenahi Ekosistem Industri
Lebih lanjut, Mawardi menekankan pentingnya membenahi Industri Pariwisata, bukan hanya sekadar mengandalkan keindahan alam.
Ia menyoroti tiga aspek utama dalam membangun ekosistem tersebut:
Aksesibilitas: Optimalisasi infrastruktur jalan yang memudahkan akses menuju Soppeng.
Amenitas: Peningkatan standar fasilitas pendukung seperti hotel, restoran, dan kebersihan area publik.
Atraksi & Event: Penguatan kalender kegiatan tahunan yang konsisten sebagai daya tarik rutin.
"Kita punya potensi besar seperti pemandian air panas Lejja, fenomena unik kelelawar di tengah kota, hingga lanskap pegunungan yang cocok untuk tren glamping. Jika dipoles dengan manajemen industri yang modern, ini akan menjadi mesin pertumbuhan baru," tambahnya.
Efek Domino Ekonomi
Transformasi ke sektor pariwisata diyakini akan memberikan dampak luas (multiplier effect) bagi masyarakat lokal. Sektor UMKM, industri kuliner, hingga jasa transportasi lokal akan ikut bergerak seiring dengan meningkatnya arus kunjungan.
Pembangunan Soppeng ke depan diharapkan tidak lagi hanya bertumpu pada sektor agraris tradisional, melainkan mulai mengintegrasikan potensi alam dengan industri jasa pariwisata yang kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.
(Red)

0 Komentar