INFO TERKINI 🕳️ SOPPENG, — Fenomena ilustrasi "Rapat Darurat Ayam" yang belakangan viral di media sosial kini benar-benar tercermin dari kondisi sulit para peternak di Desa Panincong, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng.
Lonjakan harga bahan baku pakan—terutama jagung—memaksa para peternak ayam petelur (layer) berhitung ekstra ketat demi kelangsungan usaha mereka.
Berdasarkan pemantauan tim InfoTerkini.co.id di lapangan pada Kamis (30/10/2026), harga jagung pakan telah menembus Rp 8.000 per kilogram. Kenaikan tajam sebesar 23% ini menjadi beban terberat peternak, mengingat jagung merupakan komponen pakan terbesar.
Rincian Kenaikan Harga Bahan Pakan:
Jagung Pakan: Rp 8.000 / Kg (naik ~23%)
Dedak Halus: Rp 4.500 / Kg
Konsentrat: Rp 12.000 / Kg
Vitamin & Imunitas: Naik rata-rata 8%
Dengan patokan harga jagung Rp 8.000/Kg, peternak harus merogoh kocek hingga Rp 400.000 hanya untuk membeli komponen jagung dalam satu karung pakan berukuran 50 kg.
"Meme ayam rapat yang beredar itu persis menggambarkan kondisi psikologis kami saat ini. Harga telur di pasaran fluktuatif dan sering anjlok, sementara biaya pakan terus meroket tanpa kendali. Kalau situasi ini dibiarkan, peternak kecil terancam gulung tikar," ungkap salah satu pengurus Asosiasi Peternak Layer Watang Soppeng.
Para peternak di wilayah Watang Soppeng dan Panincong mendesak pemerintah daerah serta instansi terkait untuk segera mengambil tindakan intervensi pasar.
Salah satu solusi konkret yang diharap masuk ke Kabupaten Soppeng adalah penyaluran program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) Jagung dari BULOG guna menekan lonjakan harga pakan lokal.
(Dahlan/Red)

0 Komentar