Tekan Angka Kehamilan Anak di Bawah Umur, Komisi A DPRD Bontang Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

INFO TERKINI 🕳️ ​Bontang – Maraknya kasus kehamilan pada anak di bawah umur di Kota Bontang memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak. Merespons kondisi tersebut, Komisi A DPRD Bontang menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) lintas sektor di kantor DPRD Bontang pada Kamis (9/7/2026) guna merumuskan langkah konkret pencegahan.

​Rapat strategis ini menghadirkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, di antaranya:

​Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang
​Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (DSPM) Kota Bontang
​Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bontang
​Tokoh lintas agama
​Bukan Sekadar Isu Kesehatan, tapi Masalah Sosial Bersama
​Sekretaris Komisi A DPRD 

Bontang, Saeful Rizal, menegaskan bahwa persoalan kehamilan usia dini tidak boleh dipandang sebelah mata atau hanya dibebankan pada sektor kesehatan dan pendidikan saja.

​Menurutnya, fenomena ini adalah masalah sosial kompleks yang membutuhkan keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat untuk membangun lingkungan yang aman bagi remaja.

​“Kondisi ini memprihatinkan, semuanya harus memberi perhatian maksimal ke anak, sebab siapa saja bisa jadi korban,” ujar Saeful.

​Soroti Pentingnya Karakter dan Jam Pelajaran Agama

​Dalam forum tersebut, berbagai masukan krusial datang dari para tokoh agama. Mereka sepakat bahwa benteng utama dari perilaku berisiko pada remaja adalah penguatan moral dan spiritual.

​Mulkan Adzino (Ketua FKUB Bontang): Menilai pemerintah daerah tidak boleh hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik, melainkan juga harus gencar memberikan pembinaan keagamaan dan memfasilitasi ruang kegiatan positif bagi remaja.

​Pendeta Philipus Tobiyang: Menyoroti masih minimnya porsi pendidikan agama di sekolah-sekolah saat ini. Ia mendorong adanya penambahan jam pelajaran agama guna meningkatkan pemahaman dan keimanan generasi muda.

​Rekomendasi RDP Siap Dikawal ke Pemerintah Kota

​Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Saeful Rizal memastikan bahwa RDP ini tidak akan berakhir sebagai sekadar forum diskusi atau "omon-omon" belaka. Komisi A berkomitmen mengawal seluruh rekomendasi yang lahir dari rapat ini untuk dijadikan bahan kebijakan strategis Pemerintah Kota Bontang.

​“Komisi A akan berdiskusi dulu terkait masukan-masukan di RDP. Bagaimana hasilnya, kita lihat nanti,” pungkas Saeful.
​(Jusmin)

0 Komentar