Absen di Konsolidasi Soppeng, Suwardi Haseng Ternyata Gelar Pertemuan Privat dengan Plt Ketua Golkar Sulsel di Makassar

INFO TERKINI 🕳️​ MAKASSAR — Teka-teki absennya Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, SE, dalam acara konsolidasi Dapil Sulsel II di Gedung La Patau, Soppeng, Sabtu (16/5/2026) siang akhirnya terjawab. Tidak berada di Soppeng, Suwardi Haseng justru kedapatan menggelar pertemuan empat mata dengan Plt Ketua Golkar Sulsel, Muhiddin Moh Said, di Makassar pada malam harinya.

​Pertemuan privat tersebut berlangsung di Apartemen 31, sebuah hunian bintang lima di kawasan elite Jalan Jenderal Sudirman, Makassar. Diketahui, Bupati Soppeng memang memiliki salah satu unit di apartemen mewah tersebut sejak empat tahun terakhir.

​Klaim "Pertemuan Tanpa Sengaja" di Lift Apartemen
​Saat dihubungi, Bupati Suwardi Haseng berdalih bahwa pertemuan tersebut terjadi tanpa ada unsur kesengajaan. 

Baru saja mendarat dari kunjungan kerja di Jakarta, ia mengaku langsung menuju apartemennya untuk beristirahat dan secara kebetulan berpapasan dengan Muhiddin di dalam lift.

​Meski diklaim sebagai kebetulan, aroma politik di antara keduanya tidak bisa disembunyikan. 

Muhiddin, yang saat itu masih mengenakan baju kuning khas Golkar usai menghadiri acara di Soppeng, langsung mengajak Suwardi berbincang di lounge apartemen.

​Dalam obrolan santai namun krusial tersebut, keduanya membahas masa depan Golkar Soppeng dan persiapan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulsel.

​"Alhamdulillah, beliau merasa puas dengan pelaksanaan acara di Soppeng," ujar Suwardi.

​Namun, saat didesak mengenai detail kesepakatan politik yang lahir dari pertemuan malam itu, Bupati Suwardi Haseng memilih irit bicara. 

“Sebagai kader Golkar Sulsel, saya banyak mendapat arahan dari beliau,” pungkasnya diplomatis.

​Alasan Absen: Urusan Dinas Terkait Pengolahan Sampah di Bantar Gebang
​Di sisi lain, Suwardi meluruskan bahwa absennya dia di acara partai pada siang hari murni karena urusan kedinasan yang mendesak. 

Bersama Bupati Luwu Timur, Maros, dan Bangkalan, ia diundang khusus untuk meninjau langsung sistem pengolahan sampah TPS3R milik Pemprov DKI Jakarta di Bantar Gebang.

​Menurutnya, studi banding ini sangat krusial demi mengejar ketertinggalan infrastruktur di daerah yang dipimpinnya.

​“Ini mendesak karena Soppeng tergolong terlambat. Sistem pengolahan sampah kita harus segera dibangun dari pusat, setidaknya paling lambat akhir tahun ini,” terang Bupati Suwardi Haseng menutup penjelasannya.
(*)

0 Komentar