Iklim Investasi Bontang 2025-2026 Tumbuh Pesat, Sektor Manufaktur Serap Ribuan Tenaga Kerja Baru

INFO TERKINI ■ ​BONTANG – Kota Bontang menunjukkan performa ekonomi yang impresif sepanjang periode 2025 hingga memasuki 2026. Berdasarkan catatan Bontang Leaders Forum (BLF), tren positif ini didorong oleh kuatnya partisipasi investor lokal serta transformasi digital dalam sistem perizinan yang semakin memudahkan para pelaku usaha.

​Dominasi Investor Lokal dan Capaian Investasi
​Hingga Triwulan III tahun 2025, realisasi investasi di Kota Taman berhasil menembus angka Rp821 miliar. Menariknya, sebesar 96% dari total investasi tersebut merupakan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

 Hal ini mencerminkan tingginya kepercayaan pengusaha daerah terhadap stabilitas ekonomi dan kemudahan berusaha di Bontang.
​Hingga Oktober 2025, tercatat sebanyak 2.489 Nomor Induk Berusaha (NIB) baru telah diterbitkan, dengan total 7.210 proyek usaha aktif. Sektor industri kimia dasar, farmasi, perdagangan, konstruksi, dan jasa tetap menjadi penopang utama struktur investasi daerah.

​Strategi Pemerintah: Diversifikasi dan Digitalisasi
​Pemerintah Kota Bontang melalui DPMPTSP terus melakukan langkah strategis untuk menjaga momentum ini. Fokus utama terletak pada diversifikasi sektor agar ketergantungan pada industri migas dan petrokimia dapat diseimbangkan dengan pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

​"Digitalisasi layanan melalui sistem perizinan online terintegrasi menjadi kunci percepatan pertumbuhan ini," ungkap perwakilan BLF dalam rilisnya. Selain itu, penguatan kepatuhan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) diproyeksikan akan menjamin transparansi dan akuntabilitas Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) di tahun 2026.

​Dampak Nyata pada Ketenagakerjaan
​Pertumbuhan investasi ini berbanding lurus dengan serapan tenaga kerja. Berdasarkan data BPS Agustus 2025, angkatan kerja di Bontang mencapai 99.089 orang, naik signifikan sebanyak 5.159 orang dibandingkan tahun sebelumnya.

​Kabar baiknya, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berhasil ditekan hingga ke angka 6,36%, turun 0,70% poin dari Agustus 2024 yang berada di level 7,06%. Sektor industri manufaktur menjadi penyerap tenaga kerja tertinggi dengan penambahan mencapai 3,80 ribu orang.

​Bontang Job Fair 2026: Stimulus Wirausaha dan Wisata Industri
​Menyambut tahun 2026, Dinas Tenaga Kerja Kota Bontang bekerja sama dengan DPC MASATA (Masyarakat Sadar Wisata) tengah menyiapkan gebrakan melalui Bontang Job Fair (BJF) 2026. 

Berbeda dengan ajang pencarian kerja biasa, BJF 2026 akan mengusung konsep Program Wisata Industri.

​Acara ini dirancang untuk tidak hanya mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan nasional, tetapi juga menjadi stimulus bagi sektor ekonomi kreatif dan membuka wawasan kewirausahaan (entrepreneurship). 

Dengan melibatkan asosiasi wirausaha dan lembaga sertifikasi, BJF 2026 diharapkan menjadi motor penggerak SDM unggul di Kota Bontang.

(Jusmin)

0 Komentar