Tiga Tahun MASATA Bontang : Transformasi Wisata Industri dan Semangat "Bessai Berinta" untuk Kemajuan Kota

INFO TERKINI ​BONTANG – Dewan Pengurus Cabang Masyarakat Sadar Wisata (DPC MASATA) Kota Bontang merayakan hari jadinya yang ke-3 dengan penuh khidmat dan semangat kolaborasi. Di bawah kepemimpinan Eko Satrya, MASATA telah membuktikan diri sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pariwisata berkelanjutan, khususnya melalui pionir Program Wisata Industri dan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM).

​Puncak seremoni HUT ke-3 ini mengusung tema “Spirit Bessai Berinta (Mendayung Bersama), Spirit Bontang Berbenah”.

 Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh Staf Ahli Walikota Bontang, Kepala Dispopar, unsur FORKOMPIMDA, serta mitra kerja seperti Batalyon 7/ABC, IWAPI, OBB, hingga perwakilan kelurahan Tanjung Laut Indah dan Api-Api.

​Sinergi Pentahelix dan Dukungan Pusat

​Salah satu momen krusial dalam acara tersebut adalah penyerahan bantuan peralatan seni secara simbolis dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia kepada grup jaranan Rogo Suro Wijoyo (RSW). 

Bantuan ini berhasil diperjuangkan MASATA melalui jalur aspirasi Ibu Hetifah Sjaefudian (Ketua Komisi X DPR RI).

​"Tanpa @kolaborasinergi Pentahelix (Pemerintah, Dunia Usaha, Masyarakat, Akademisi, dan Media), mustahil program pembangunan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ujar Eko Satrya dalam sambutannya.

​Tiga Tahun Kiprah Strategis
​Selama tiga tahun terakhir, 

MASATA Bontang telah menjalankan tiga pilar program utama:

​Pionir Wisata Industri & Edukasi: Mengubah wajah Bontang dari sekadar pusat produksi gas, petrokimia, dan hilirisasi CPO menjadi laboratorium ilmu pengetahuan bagi masyarakat.

​Road Map Pariwisata 

Berkelanjutan: Menyusun ekosistem pariwisata yang solid dengan dukungan penuh dari perusahaan besar seperti Pupuk Kaltim dan Badak LNG.

​Kampanye Sadar Wisata: Mendorong warga lokal menjadi agen pariwisata yang menerapkan nilai-nilai Sapta Pesona (Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah, Kenangan).

​Keberhasilan sinergi ini terlihat dari rangkaian aksi sosial, mulai dari Tabligh Akbar di Panti Jompo Al Magfiroh hingga pementasan seni kuda lumping yang memberikan ruang ekonomi bagi para pelaku PKL secara gratis.

​Menuju Bontang Job Fair 2026 dan Dampak IKN

​Menatap masa depan, MASATA tengah menyiapkan langkah besar pada medio Juli 2026 mendatang. Melalui Program Wisata Industri, MASATA akan mengambil peran penting dalam gelaran Bontang Job Fair (BJF) 2026.

​Event ini dirancang bukan sekadar bursa kerja biasa, melainkan sarana menumbuhkan iklim investasi di tengah posisi strategis Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Nusantara (IKN). 

MASATA telah menjalin komunikasi strategis dengan Pemprov Kaltim dan Badan Otorita IKN agar BJF 2026 mampu menarik partisipasi dunia usaha di skala nasional maupun internasional.

​Harapan untuk Peradaban Teknologi

​Visi besar MASATA adalah membawa kontribusi nyata: dari Bontang untuk Kaltim, dan dari Kaltim untuk Indonesia. Fokus pada pengembangan SDM berbasis edukasi teknologi diharapkan dapat mewujudkan visi Bontang sebagai Kota Industri dan Jasa yang maju.

​"Ini adalah kebanggaan bersama. Kami ingin memastikan pariwisata dan industri berjalan beriringan untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bontang," pungkas Eko Satrya.

(Jusmin)

0 Komentar