INFO TERKINI - SOPPENG – Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) melakukan kunjungan kerja ke lokasi pembangunan Pondok Pesantren Hidayatullah yang terletak di Warue, Kecamatan Marioriawa (Kec. Kalabata), pada Minggu (01/02/2026).
Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung progres pembangunan sarana pendidikan yang diprediksi akan membawa dampak besar bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut.
Pendidikan Gratis bagi Calon Tahfidz
Ketua Yayasan Pesantren Hidayatullah, Ir. H. Arif, yang juga menjabat sebagai pengurus JPKP Divisi Pendidikan dan Agama, menegaskan komitmen pesantren dalam memberikan akses pendidikan seluas-luasnya.
Ia menyatakan bahwa pesantren ini mengusung misi sosial dan keagamaan yang kuat, terutama bagi anak-anak yang ingin mendalami Al-Qur'an.
"Kami sampaikan bahwa setiap calon santri yang ingin menjadi Tahfidz tidak dipungut biaya sedikitpun, mulai dari proses pendaftaran hingga selama masa mondok dan belajar," ujar Ir. H. Arif.
Sinergi IMTEK dan Iman Takwa
Kehadiran pesantren ini diharapkan mampu menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyeimbangkan antara IMTEK (Iman, Teknologi, dan Takwa).
Selain fokus pada pendalaman agama, santri juga akan dibekali dengan literasi teknologi agar mampu bersaing di era digital.
Langkah Strategis JPKP
Ketua JPKP, Hamsyar, yang hadir langsung di lokasi, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Sebagai bentuk dukungan nyata, JPKP akan segera mengambil langkah koordinasi dengan instansi terkait.
Koordinasi Dinas : Hamsyiar , Ketua JPKP Soppeng akan menjalin komunikasi dengan Dinas Pendidikan untuk mensinergikan program pesantren dengan kurikulum formal.
Sosialisasi Luas: Melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah tingkat TK hingga Sekolah Dasar (SD) mengenai peluang pendidikan gratis ini.
Kepatuhan Prosedur: Seluruh proses koordinasi akan dipastikan berjalan sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku.
Dengan adanya Pesantren Hidayatullah di Warue, diharapkan tidak ada lagi anak-anak di daerah tersebut yang putus sekolah atau terkendala biaya untuk mendapatkan pendidikan agama yang layak.
(Red)

0 Komentar