INFO TERKINI - BONTANG – Momentum pelantikan pengurus Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Bontang periode 2025-2029 menjadi sangat berkesan bagi Eko Satrya, S.Sos.
Meski mengaku tidak memiliki garis keturunan langsung dari Sulawesi Selatan, Eko mengungkapkan kekaguman mendalam terhadap nilai-nilai luhur budaya Bugis-Makassar yang ia serap sejak kecil di Kota Taman.
Sebagai bentuk penghormatan, Eko menyadur narasi penuh makna dari tokoh senior, Andi Ade Lepu, SE, M.Si, mengenai filosofi perjuangan dan kepemimpinan yang relevan bagi warga KKSS di perantauan.
Menjaga "Tiga Ujung" dan Kekuatan "Tiga LA"
Dalam narasinya, Eko menekankan pentingnya pesan leluhur (pappaseng) mengenai Tiga
Cappa’ (Tiga Ujung) yang harus dijaga oleh setiap lelaki pejuang:
Cappa’ Lila (Ujung Lidah): Kemampuan diplomasi dan menjaga tutur kata.
Cappa’ Kawali (Ujung Badik): Keberanian dalam menegakkan kebenaran.
Cappa’ Laso (Ujung Kemaluan): Menjaga kehormatan diri dan moralitas.
Tak hanya itu, ia juga mengutip filosofi "Tiga LA" sebagai modal sosial warga KKSS:
LAre’ (Kangkung): Simbol jejaring yang kuat dan saling mengikat.
LAdang (Cabai Rawit): Simbol keberanian meski dalam keterbatasan.
LAme’ (Udang Kecil): Simbol persatuan dan kekuatan kolektif.
Visi Politik Melalui "Tiga SE"
Bagi para politisi yang berkiprah di panggung praktis, narasi tersebut juga menitipkan pesan "Tiga SE": PaSE’ (Legalitas/Paspor), TaSE’ (Wadah Logistik), dan LiSE’ (Visi/Konten). Ketiga unsur ini dianggap sebagai pilar utama untuk meraih kesuksesan yang bermartabat.
Harapan untuk Kepemimpinan Baru
Menutup narasinya, Eko Satrya menyampaikan ucapan selamat kepada Andi Faizal Sofyan Hasdam, SH, S.IP yang resmi mengemban amanah sebagai Ketua KKSS Kota Bontang.
"Lao sappa deceng, lisu mappedeceng. Pergi mencari kebaikan, pulang membawa kebaikan. Semoga di bawah kepemimpinan Adinda Andi Faizal, KKSS Bontang semakin solid dan terus memberikan kontribusi nyata bagi daerah," ujar Eko dengan penuh semangat.
Bagi Eko, tinggal di Bontang sejak tahun 1981 telah membentuk jati dirinya melalui interaksi dengan tokoh-tokoh hebat keturunan Sulawesi Selatan, sehingga nilai-nilai Siri' na Pesse sudah mendarah daging dalam kesehariannya.
(Jusmin)


0 Komentar