INFO TERKINI - BONTANG – Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) Kota Bontang menekankan pentingnya strategi optimalisasi sektor pariwisata sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah di tahun 2026. MASATA mengharapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melakukan intervensi yang lebih proaktif dan progresif guna menekan angka pengangguran melalui pemberdayaan potensi lokal.
Ketua MASATA Bontang mengungkapkan bahwa ada empat langkah strategis yang harus menjadi fokus pemerintah.
Pertama, identifikasi keunikan lokal (alam, budaya, dan buatan) yang memiliki nilai jual tinggi.
Kedua, peningkatan aksesibilitas dan infrastruktur dasar.
Ketiga, promosi digital yang masif,
serta Kempat, kolaborasi multipihak antara pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat.
"Potensi pariwisata Bontang penting untuk dieksplorasi, diekspos, dan diatraksikan agar menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang kuat. Jika dikelola secara holistik, sektor ini akan efektif menyerap tenaga kerja lokal," ungkap perwakilan MASATA.
Wisata Industri dan Pengembangan SDM
Sebagai bagian dari persiapan menyambut lonjakan sektor pariwisata, MASATA mengusung Program Wisata Industri berfokus Edukasi dan Pengembangan SDM. Program ini mendorong pelatihan dasar Sapta Pesona di lingkungan pendukung kawasan industri.
Inisiatif ini bertujuan menciptakan simbiosis mutualisme antara sektor industri dan masyarakat lokal, mulai dari pekerja, pelaku UMKM, hingga mitra kerja.
Tujuannya agar nilai-nilai keramahan, keamanan, dan kebersihan (Sapta Pesona) terintegrasi dalam kehidupan sosial-ekonomi masyarakat Bontang.
Desak Kolaborasi Antar-Instansi
Lebih lanjut, MASATA meminta adanya tindakan riil dari instansi teknis terkait untuk memberikan pelatihan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan pasar pariwisata.
Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), Dinas Koperasi Usaha Mikro Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP), serta Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) didesak untuk berkolaborasi dalam menyelenggarakan program pelatihan, seperti:
Keterampilan Bahasa Asing & Hospitality (pelayanan prima).
Tata Boga dan Manajemen Keuangan.
Pemasaran melalui Platform Digital.
Kewirausahaan dalam Pengelolaan Objek Wisata.
"Dengan pendekatan yang terintegrasi ini, pariwisata Bontang tidak hanya menjadi tontonan, tetapi menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan melalui pengembangan UMKM dan pemberdayaan masyarakat lokal," tutup pernyataan tersebut.
Penulis Jusmin
Sumbar : Eko Masata


0 Komentar