MASATA Dorong Hadirnya Ruang Terbuka Publik di Bontang: Sarana Rekreasi, Edukasi, dan Promosi Ekonomi


INFO TERKINI 📷​ BONTANG – Kebutuhan akan Ruang Terbuka Publik (RTP) yang representatif di Kota Bontang menjadi sorotan serius bagi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) Kota Bontang. 

Hingga saat ini, Bontang dinilai belum memiliki pusat keramaian sekelas taman kota atau alun-alun yang terintegrasi secara maksimal.

​Penulis sekaligus pengurus MASATA, Jusmin, mengungkapkan bahwa masyarakat merindukan kawasan—baik di pusat kota maupun pesisir—yang menawarkan pemandangan alam yang aman dan nyaman tanpa membebankan biaya masuk bagi pengunjung.

​Wujudkan Konsep Rekreasi yang Humanis

​MASATA membayangkan sebuah RTP yang tidak hanya sekadar lahan kosong, tetapi menjadi pusat interaksi warga yang multifungsi. 

Konsep yang diusung mencakup:

​Sarana Edukasi & Seni: Menampilkan atraksi seni budaya sebagai hiburan rakyat.

​Ramah Keluarga: Tersedianya playground atau area bermain anak yang aman.

​Sentra Ekonomi: Arena belanja makanan dan minuman (kuliner) yang terjangkau bagi semua lapisan masyarakat.

​"Harapan ini bukan hanya milik MASATA, tapi seluruh warga Bontang. RTP sudah selayaknya ada untuk mendukung indeks kebahagiaan warga dan ekonomi kreatif," ujar Jusmin.

​Sinergi Strategis Sebagai Solusi

​Menyadari keterbatasan lahan yang tersedia, DPC MASATA Kota Bontang di bawah kepemimpinan Eko Satrya mengambil langkah strategis. Mengingat pembangunan permanen membutuhkan proses panjang, MASATA mendorong adanya sinergi antara pemerintah dan pihak swasta.

​Kerja sama ini difokuskan pada pemanfaatan area milik pemerintah atau swasta yang bisa dikreasikan menjadi RTP Non-Permanen. Langkah awal ini diproyeksikan dapat dinikmati masyarakat secara periodik, misalnya melalui kegiatan mingguan yang tertata rapi.

​Berlandaskan Sapta Pesona

​Dalam pengelolaannya nanti, MASATA menekankan pentingnya penerapan konsep Sapta Pesona (Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah, dan Kenangan). 

Hal ini memerlukan kolaborasi erat antara pemerintah sebagai regulator, komunitas sebagai penggerak, dan masyarakat sebagai penjaga lingkungan.

​Dengan hadirnya RTP yang dikelola secara profesional, Kota Bontang diharapkan memiliki ikon baru yang tidak hanya mempercantik estetika kota, tetapi juga menjadi motor penggerak promosi pariwisata dan budaya lokal.

​Penulis: Jusmin

Sumber: @ekosatrya_ketuamasatakotabontang

0 Komentar