INFO TERKINI 🍙 BONTANG – Dewan Pengurus Cabang Masyarakat Sadar Wisata (DPC MASATA) Kota Bontang menegaskan pentingnya akselerasi pembangunan sektor pariwisata pada tahun 2026. Langkah ini dinilai mendesak untuk menjaga stabilitas ekonomi kota di tengah penurunan APBD dan sebagai strategi transisi menuju era pasca-migas.
Transformasi Ekonomi Melalui Pariwisata
Ketua DPC MASATA Kota Bontang menyampaikan bahwa mengoptimalkan pariwisata bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Ada tiga faktor utama yang melatarbelakangi urgensi ini :
Penurunan APBD 2026: Diperlukan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru yang berkelanjutan.
Diversifikasi Ekonomi: Mengurangi ketergantungan ekstrem pada sektor industri konvensional.
Visi Pasca-Migas: Menyiapkan fondasi ekonomi jasa yang kokoh saat sumber daya alam mulai berkurang.
"Pembangunan pariwisata yang terintegrasi akan memicu multiplier effect bagi sektor pendukung seperti transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga ekonomi kreatif. Ini adalah mesin baru penciptaan lapangan kerja bagi warga Bontang," tulis pernyataan resmi MASATA.
Forum Dialog dan Sinergi Pentahelix
Rencana dialog antara organisasi mitra pariwisata dengan Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispopar Ekraf) yang baru sedianya digelar minggu ini. Namun, agenda tersebut dijadwalkan ulang ke minggu depan guna memberikan ruang bagi Dispopar Ekraf melakukan konsolidasi internal.
MASATA menanggapi positif penundaan ini. Harapannya, Kepala Dinas yang baru dapat memetakan progress report dan melakukan evaluasi mendalam untuk pembenahan signifikan di tahun 2026.
Forum dialog mendatang akan melibatkan berbagai elemen penting, di antaranya:
Organisasi Mitra: PHRI, ASITA, HPI, PUTRI, MASATA, dan POKDARWIS.
Asosiasi Lokal: Pelaku jasa pariwisata lainnya di Kota Bontang.
Kolaboraksi: Industri Sebagai Motor Penggerak
MASATA menekankan bahwa membangun pariwisata tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan Sinergi Pentahelix (pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media).
Uniknya, MASATA mendorong agar sektor industri yang saat ini menjadi pilar utama Bontang, justru menjadi motor penggerak bagi sektor jasa, terutama dalam mendukung program pariwisata berbasis edukasi dan pengembangan SDM.
Penyelarasan Motto "TAMAN" dan
"Sapta Pesona"
Dalam narasinya, MASATA menggarisbawahi keterkaitan erat antara motto Kota Bontang TAMAN (Tertib, Agamis, Mandiri, Aman, dan Nyaman) dengan nilai-nilai Sapta Pesona.
Semangat ini dirangkum dalam jargon Bontang BERBENAH (BERsama Bangun Energi Pesona Harmoni). Meski memiliki masyarakat yang heterogen, keselarasan dan kerukunan warga Bontang menjadi modal utama dalam menciptakan destinasi yang ramah dan penuh kenangan bagi wisatawan.
"Tanpa sinergi lintas OPD dan kolaborasi mitra, sulit bagi Bontang untuk tumbuh di sektor jasa. Pariwisata adalah masa depan kita."
Penulis : Jusmin
Sumber : Masata

0 Komentar