BLF Soroti Banjir Kiriman di Kelurahan Api-Api: Tawarkan 5 Aspek Strategis Penanggulangan Banjir Bontang

INFO TERKINI 🍙​ BONTANG – Fenomena banjir kiriman yang kerap melanda wilayah Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, menjadi perhatian serius bagi Bontang Leaders Forum (BLF). Founder BLF, Eko Satrya, menekankan bahwa persoalan banjir di sisi Sungai Bontang ini memerlukan solusi terintegrasi, bukan sekadar penanganan parsial.

​Menurut analisis BLF, terdapat lima aspek krusial yang harus disinergikan agar permasalahan banjir di Kota Taman dapat tertangani, tertanggulangi, dan terkendali secara komprehensif.

​Lima Pilar Penanganan Banjir Versi BLF

​Eko Satrya memaparkan kelima aspek tersebut sebagai fondasi kebijakan bagi Pemerintah Kota dan stakeholder terkait:

​Aspek Substansial (Kebijakan): Fokus pada penguatan kebijakan eksekutif dan legislatif dalam penataan sistem drainase terpadu, pengetatan perizinan lingkungan, serta ketegasan aturan mengenai bangunan di bantaran sungai.

​Aspek Struktural (SDM & Fasilitas): Menekankan pada kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dan ketersediaan fasilitas pendukung dalam program pengelolaan lingkungan serta efektivitas proyek fisik pencegahan banjir.

​Aspek Komersial (Tata Ruang): Menyoroti alih fungsi lahan resapan akibat aktivitas komersial seperti pengembang perumahan (developer) dan pengecoran jalan secara masif yang mengubah daya serap tanah terhadap air hujan.
​Aspek Multilateral (Kerjasama Lintas Batas): Mengingat air tidak mengenal batas wilayah administratif, BLF mendorong koordinasi lintas kelembagaan antara pemerintah pusat, daerah, dan pihak swasta untuk menangani air dari hulu ke hilir.

​Aspek Kultural (Budaya Masyarakat): Membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk mencintai lingkungan, terutama disiplin dalam pengelolaan sampah agar tidak membuang limbah ke aliran sungai.

​Urgensi Sinergitas Stakeholder
​Eko Satrya menegaskan bahwa jika kelima aspek ini berjalan beriringan, maka langkah-langkah yang saat ini sedang dijalankan (on progress) oleh Pemerintah Kota Bontang dan DPRD akan memberikan hasil yang lebih maksimal.

​"Sinergi antara aspek kebijakan, infrastruktur, pengawasan komersial, kerjasama antarwilayah, dan budaya masyarakat adalah kunci. Tanpa koordinasi yang terintegrasi, penanganan banjir kiriman akan sulit mencapai titik penyelesaian yang permanen," ujar Founder BLF tersebut.

​Dengan adanya perspektif ini, BLF berharap pemangku kebijakan dapat melihat persoalan banjir di Kelurahan Api-Api sebagai momentum untuk mengevaluasi dan memperkuat sistem tata kelola air secara menyeluruh demi kenyamanan warga Bontang.

Penulis : Jusmin 
Sumber : @ekosatrya_founderBLF

0 Komentar