Pengembangan Pariwisata Bontang Melalui KolaboraSinergi

INFO TERKINI - Pengembangan pariwisata di Bontang dilaksanakan melalui pendekatan kolaborasi lintas sektor, termasuk sinergi dengan industri besar yang beroperasi di Bontang. 
Hal ini bertujuan untuk mentransformasi citra Bontang dari sekedar kota industri menjadi destinasi wisata edukatif dan pengembangan SDM. 

Pengembangan wisata edukatif membutuhkan kolaborasi dan sinergi yang kuat antara berbagai pemangku kepentingan atau stake holder yang umumnya disebut Pentahelix atau lima unsur utama ; pemerintah, bisnis/perusahaan, akademisi, komunitas, dan media. 

Pendekatan kolaboratif yang diwujudkan oleh DPC MASATA Kota Bontang pada Program Wisata Industri yang berfokus pada edukasi dan pengembangan SDM inilah yang merupakan pondasi dari Pembangunan Pariwisata dengan konsep CBT atau Community Based Tourism, Pembangunan sektor Pariwisata berbasis Partisipasi Masyarakat. 

DPC MASATA Kota Bontang terus mendorong terwujudnya CBT ini sehingga pembangunan pariwisata di Bontang dapat berkelanjutan dan berdampak riil pada peningkatan masyarakat Bontang baik secara pemahaman sadar wisata (Sapta Pesona)maupun  kemandirian ekonomi lokal. 

Pun pengembangan SDM menjadi aspek penting dalam industri pariwisata melalui program wisata industri. Sektor penunjang (support system)  dari suatu kawasan industri berupa penyedia (profesi)  jasa/barang pelaku ekonomi memberikan warna tersendiri terhadap citra pariwisata Bontang. Apalagi sektor industri memiliki daya tarik dapat mendatangkan wisatawan lokal dan mancanegara negara karena bermacam-macam kepentingan, sehingga organ support system sektor industri menjadi frontliner atau etalase dari kawasan industri yang akan membawa citra bukan hanya perusahaan/kawasan industri saja tapi Kota Bontang. 

(Jusmin)

0 Komentar