Terjepit Harga Pakan dan Anjloknya Telur, Peternak di Panincong Soppeng Minta Bulog Buka Stok SPHP Jagung

INFO TERKINI 🕳️ SOPPENG — Keresahan mendalam kini dirasakan para peternak ayam petelur di Desa Panincong, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng. Mereka terjepit di tengah himpitan biaya produksi yang kian melambung tinggi, sementara harga jual telur di pasaran justru mengalami penurunan drastis.

​Berdasarkan keluhan para peternak, harga pakan ayam terus meroket tajam dari yang sebelumnya Rp 150.000 kini telah tembus di angka Rp 220.000 per karung. Ironisnya, kondisi tersebut tidak berbanding lurus dengan harga jual telur. 

Di saat modal membengkak, harga telur malah anjlok dari kisaran Rp 47.000 turun drastis hingga Rp 42.000.

​Tak hanya soal selisih harga yang membuat 'dapur' peternak nyaris padam, persoalan distribusi bahan baku turut memperparah keadaan. 

Kendala muncul pada program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung dari BULOG, di mana para peternak mengaku telah mengantongi verifikasi namun tetap tidak bisa melakukan pembelian.

​"Utang pakan nambah terus, untungnya mana? Kami di Panincong ini bingung mau bertahan bagaimana," keluh Dahlan, salah seorang peternak ayam petelur setempat dengan nada kecewa.

​Melihat kondisi ekonomi yang kian menghimpit ini, para peternak di Panincong sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten Soppeng serta pihak Perum BULOG agar segera turun tangan. 

Mereka mendesak agar stok SPHP Jagung dapat segera dibuka dan diakses dengan mudah, demi menekan kembali harga pakan agar para peternak bisa bernapas lega dan menyelamatkan usaha mereka dari ambang kerugian.


(Dhl/Red)

0 Komentar