INFO TERKINI 🕳️ SOPPENG — Dinamika bursa calon Ketua Pengurus Daerah (PD) Pemuda Panca Marga (PPM) Sulawesi Selatan periode 2026–2031 kian hangat menjelang Musyawarah Daerah (Musda) yang dijadwalkan berlangsung pada 25–26 September 2026.
Sejumlah figur berlatar belakang akademisi, birokrat, hingga praktisi senior menyatakan kesiapannya untuk memimpin wadah berhimpun putra-putri serta keturunan veteran pejuang kemerdekaan RI tersebut.
Beberapa nama potensial yang mengemuka ke publik di antaranya Prof. Arifuddin Mannang, Prof.
Sukardi Weda, Prof. Dr. Baharuddin, Dr. M. Iqbal Samad Suhaeb, Dr. Misbahuddin, Dr. Arfat Rasyid, dan Ir. Andi Herfida Attas.
Tingginya antusiasme para kandidat berkapasitas mentereng ini mendapat respons positif dari pengurus di tingkat daerah, salah satunya Pengurus Cabang (PC) PPM Kabupaten Soppeng.
Menanggapi deretan figur yang mencuat, jajaran PC PPM Soppeng menyuarakan harapan agar kepengurusan PD PPM Sulsel mendatang membawa warna baru.
Salah satu poin utamanya adalah dorongan untuk menghadirkan figur perempuan (Srikandi) sebagai nakhoda organisasi di tingkat provinsi.
Rekam jejak kepemimpinan PPM Sulsel selama ini mencatat dominasi figur laki-laki. Kehadiran Ir. Andi Herfida Attas di tengah deretan akademisi dan birokrat dinilai menjadi angin segar menuju kepemimpinan yang lebih inklusif, humanis, dan progresif.
Perwakilan Pengurus PC PPM Cabang Soppeng, Melani Kaluppa, menegaskan bahwa Musda kali ini merupakan momentum tepat untuk mencetak sejarah baru.
"Melihat komposisi kandidat, kami di daerah tentu bangga karena banyak kader terbaik yang siap membesarkan organisasi. Namun, Musda kali ini adalah kesempatan emas untuk menciptakan sejarah baru dengan mendorong figur Srikandi memimpin PPM Sulsel.
Transformasi organisasi membutuhkan sentuhan baru, dan kepemimpinan perempuan memiliki kapasitas yang setara serta strategis untuk memajukan lembaga ke depan," ujar Melani.
Musda PPM Sulsel 2026 diproyeksikan menjadi ruang konsolidasi gagasan antar-cabang se-Sulawesi Selatan guna merumuskan program strategis bela negara, pemberdayaan kader, serta penguatan nilai-nilai patriotisme di era modern.
(Red)

0 Komentar