Kemesraan Politik di Musda Golkar, Agus Haris Beri Kode untuk Andi Faiz

INFO TERKINI 🕳️ Bontang - Musyawarah Daerah (Musda) VIII DPD II Golkar Bontang yang digelar di Hotel Grand Mutiara, Sabtu (27/6/2026), tak hanya menjadi agenda konsolidasi partai. Kegiatan tersebut juga memunculkan sinyal politik baru menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2029.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, secara terbuka mengungkap keinginannya untuk kembali berduet dengan Ketua DPD II Golkar Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, pada kontestasi politik mendatang.

Dalam sambutannya di hadapan kader Partai Golkar, Agus Haris mengenang awal mula dirinya dipinang untuk mendampingi Neni Moerniaeni> pada Pilkada sebelumnya. Ia menyebut keputusan tersebut lahir dari komunikasi langsung dengan Andi Faiz.

Menurut Agus, momen itu menjadi titik penting dalam perjalanan politiknya hingga berhasil menduduki kursi Wakil Wali Kota Bontang saat ini.

“Mudah-mudahan tahun 2029 saya ditelepon lagi seperti itu untuk mendampingi lagi,” ujar Agus Haris disambut tepuk tangan peserta Musda.

Ketua DPC Partai Gerindra Bontang itu juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Andi Faiz yang dinilainya memiliki peran besar dalam perjalanan politiknya.

“Saya bisa menjadi Wakil Wali Kota hari ini tidak lepas dari peran Ketua Golkar Bontang. Terima kasih, Pak Ketua,” katanya.

Pernyataan Agus Haris pun memunculkan spekulasi mengenai peluang koalisi dini antara Gerindra dan Golkar di Kota Bontang. Meski Pilkada masih cukup lama, komunikasi politik antarpartai mulai terlihat terbuka.

Dalam kesempatan tersebut, Agus Haris turut menyinggung pentingnya peran partai politik dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat. Ia menilai Musda bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, tetapi momentum untuk memperkuat arah perjuangan politik yang lebih berpihak kepada rakyat.

Ia juga memuji transformasi Partai Golkar yang dinilai mampu bertahan dan menyesuaikan diri dengan dinamika politik nasional.

“Politik harus hadir sebagai sarana pengabdian, bukan sekadar perebutan kekuasaan. Politik harus mampu menghadirkan program dan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

(Jusmin)

0 Komentar