INFO TERKINI ■ BONTANG – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun 2026 di Kota Bontang menjadi cerminan harmonisasi antara pekerja, pemerintah, dan pengusaha. Ribuan masyarakat dan elemen buruh memadati halaman Kantor DPMPTSP (eks Kantor Wali Kota) pada Jumat (1/5/2026) dalam rangkaian acara yang meriah namun tetap kondusif.
Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari ini diisi dengan berbagai agenda positif, mulai dari senam bersama, jalan sehat, aksi donor darah, hingga orasi dari perwakilan serikat pekerja.
Puncak kemeriahan terasa saat pengundian ratusan doorprize dan hiburan rakyat yang menyatukan seluruh lapisan masyarakat.
Satu Tekad Menuju Kesejahteraan
Ketua Panitia May Day 2026, Sigit Dwi Hartanto, menjelaskan bahwa peringatan tahun ini membawa pesan penting melalui tema
“Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja” dengan tagline Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama.
“May Day bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk memperjuangkan hak pekerja dan mempererat solidaritas. Ini adalah wadah penyampaian aspirasi kepada perusahaan dan pemerintah secara damai dan konstruktif,” ujar Sigit.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, yang hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi tinggi atas kedewasaan para pekerja dalam menyampaikan aspirasi. Ia menegaskan bahwa iklim ketenagakerjaan yang sehat adalah kunci pertumbuhan ekonomi kota.
Dalam sambutannya, Wali Kota memaparkan beberapa poin strategis bagi masa depan pekerja di Bontang:
Peningkatan Upah: Pemerintah akan terus mengupayakan kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) demi kesejahteraan buruh.
Perlindungan PHK: Bagi pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja, Pemkot menyiapkan pendampingan serta bantuan modal usaha tanpa bunga.
Prioritas Tenaga Kerja Lokal: Penegasan regulasi bagi perusahaan untuk wajib menyerap minimal 75 persen tenaga kerja lokal.
Dialog Rutin: Penguatan koordinasi dengan Forum HRD setiap tiga bulan untuk membedah persoalan ketenagakerjaan di lapangan.
Apresiasi Nasional
Kerja keras Pemkot Bontang dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan rupanya berbuah manis. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dikabarkan akan memberikan penghargaan khusus kepada Pemkot Bontang dalam waktu dekat sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan tata kelola ketenagakerjaan dan pengentasan kemiskinan.
“Dengan komunikasi yang baik antara pemerintah, perusahaan, dan buruh, kami yakin akan selalu ada formula terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja di Bontang,” pungkas Neni.
(Jusmin)

0 Komentar