Sinergi Tanpa Batas: MASATA Bontang Gebrak Job Fair 2026 dengan Konsep Wisata Industri dan Pengembangan SDM

INFO TERKINI ■ ​BONTANG – Di tengah keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), kreativitas dan kolaborasi menjadi kunci utama pembangunan daerah. Menjawab tantangan tersebut, DPC Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) Kota Bontang melakukan terobosan signifikan dalam ajang Bontang Job Fair (BJF) 2026.

​Mengusung tagline “Bentangkan Sinergi Ciptakan Kolaborasi”, MASATA mentransformasi bursa kerja konvensional menjadi sebuah ekosistem integratif. 

Program ini tidak hanya mempertemukan pencari kerja dengan pemberi kerja, tetapi juga mengintegrasikan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan dengan visi Wisata Industri Berbasis Edukasi.

​Transformasi Paradigma: Lebih dari Sekadar Lowongan Kerja
​Ketua DPC MASATA Kota Bontang, Eko Satrya, menegaskan bahwa BJF 2026 adalah momentum untuk menyelaraskan visi Kota Bontang sebagai "Kota Industri dan Jasa". 

Menurutnya, keterlibatan sekitar 50 perusahaan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) kali ini diarahkan untuk menciptakan dampak jangka panjang bagi SDM lokal.

​"Kami ingin mengubah citra industri yang kaku menjadi destinasi edukatif. Melalui BJF 2026, pengunjung tidak hanya melamar pekerjaan, tetapi juga mendapatkan wawasan tentang operasional industri yang ramah lingkungan melalui konsep wisata industri," ujar Eko Satrya.

​Empat Pilar Utama BJF 2026
​Untuk mewujudkan ekosistem ekonomi yang variatif dan aplikatif, 

MASATA menitikberatkan pada empat pilar aktualisasi:
​Wisata Industri Edukatif: Mengenalkan potensi industri lokal sebagai daya tarik wisata yang memberikan wawasan operasional berkelanjutan bagi publik.

​Pusat Pengembangan SDM: Menghadirkan lembaga pelatihan dan sertifikasi di area pameran guna memastikan pencari kerja memiliki kompetensi yang link and match dengan kebutuhan DUDI.
​Kolaborasi Pentahelix Kreatif: Melibatkan klaster UMKM, wirausaha, dan sektor ekonomi kreatif untuk memperkaya ekosistem ekonomi lokal di luar sektor industri berat.

​Inklusivitas & Prioritas Lokal: Penegasan komitmen terhadap regulasi 75% tenaga kerja lokal serta penyediaan akses setara bagi kelompok disabilitas.

​Optimalisasi TJSL untuk Produktivitas

​Inovasi ini juga menjadi solusi cerdas bagi perusahaan untuk menyalurkan dana TJSL secara tepat sasaran. 

Dengan memfokuskan TJSL pada pelatihan dan sertifikasi, perusahaan secara tidak langsung berinvestasi pada ketersediaan SDM berkualitas yang nantinya akan meningkatkan produktivitas perusahaan itu sendiri.

​Event @Kolaborasinergi Bontang Job Fair 2026 diharapkan mampu menjadi wadah integratif yang mempromosikan potensi investasi sekaligus mengeksplorasi kekayaan pariwisata Kota Bontang. 

Melalui langkah ini, MASATA membuktikan bahwa keterbatasan anggaran bukan penghalang untuk menciptakan program pembangunan yang berdampak luas.

(Jusmin)

0 Komentar