INFO TERKINI ■ TAKALAR – Pemerintah Kabupaten Takalar memperingati peristiwa bersejarah turunnya wahyu pertama Al-Qur'an, Nuzulul Qur’an 1447 H, di Masjid Agung Takalar pada Selasa malam (10/03/2026).
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh ribuan masyarakat yang memadati masjid untuk melaksanakan Shalat Isya berjamaah hingga mendengarkan ceramah agama.
Peringatan Nuzulul Qur’an tahun ini mengusung misi besar untuk
"Membumikan Al-Qur'an"—mengajak umat Islam tidak sekadar membaca, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai suci tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Tiga Manfaat Al-Qur'an Bagi Manusia
Hadir sebagai penceramah, Ustadz H. Muchsin Ramlan, S.Pd.I., MM, menekankan pentingnya posisi Al-Qur'an bagi peradaban manusia. Dalam tausiyahnya, beliau menjabarkan tiga perkara utama manfaat Al-Qur'an:
Petunjuk (Huda): Sebagai kompas bagi umat manusia dalam melangkah.
Cahaya (Nur): Memberikan penerangan di tengah kegelapan persoalan hidup.
Penyembuh (Syifa): Menjadi solusi dan penenang dari berbagai masalah kehidupan.
Komitmen Pemerintah: Kesejahteraan Guru Mengaji
Bupati Takalar, Daeng Manye, dalam sambutannya menyampaikan kabar gembira bagi para pejuang literasi Al-Qur'an di Kabupaten Takalar.
Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan nyata, Pemerintah Daerah resmi menaikkan insentif guru mengaji menjadi Rp600.000 per bulan.
"Kami ingin anak-anak di Kabupaten Takalar mencintai dan membumikan Al-Qur'an. Sebagai bentuk dukungan, tahun 2026 ini pemerintah akan mulai membangun Taman Baca Al-Qur'an di beberapa titik strategis," ujar
Bupati di hadapan jamaah.
Kehadiran Tokoh Daerah
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi daerah, di antaranya:
H. Hengky Yasin (Wakil Bupati Takalar)
H. Rijal (Ketua DPRD Takalar)
Muhammad Hasbi (Sekretaris Daerah)
Unsur Forkopimda, Para Kepala OPD, serta Camat se-Kabupaten Takalar.
Peringatan ini ditutup dengan doa bersama, berharap momentum Nuzulul Qur’an membawa keberkahan dan kedamaian bagi seluruh masyarakat Takalar.
[Amd71]

0 Komentar