Refleksi Akhir Tahun DPP LAKI: 19 Tahun Mengabdi, Tabuh Genderang Perang Korupsi 2026

INFO TERKINI -JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat Laskar Anti Korupsi Indonesia (DPP LAKI) menyampaikan refleksi akhir tahun menjelang 2026, sekaligus menandai perjalanan 19 tahun organisasi tersebut sejak berdiri pada April 2007 di Kalimantan Barat.

Ketua Umum DPP LAKI Burhanuddin Abdullah mengatakan, hampir dua dekade perjalanan LAKI menjadi bukti nyata konsistensi gerakan rakyat dalam melawan korupsi secara mandiri dan independen.

“Pada tahun 2026, LAKI genap berusia 19 tahun. Kami merasa bangga dan terharu karena LAKI dapat tumbuh, mengalir, dan menjelajah hampir seluruh penjuru Nusantara berkat dukungan rakyat Indonesia,” kata Burhanuddin dalam refleksi akhir tahun, Rabu (31/12/2025).

Burhanuddin menegaskan, LAKI merupakan organisasi lintas etnis, agama, dan profesi. Menurutnya, kekuatan utama LAKI terletak pada semangat gotong royong dan solidaritas, bukan pada dukungan dana negara.


“Selama 19 tahun berdiri, LAKI pusat tidak pernah menerima bantuan APBN maupun hibah pemerintah. Kami menjalankan visi dan misi organisasi murni melalui kegotongroyongan, solidaritas, serta rasa kebersamaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, roda organisasi dijalankan melalui kegiatan usaha dan jasa hukum, tanpa mengurangi sikap tegas LAKI dalam menjaga independensi.

“LAKI tetap istiqomah melawan korupsi, mandiri, dan independen. Itu prinsip yang tidak pernah kami tawar,” tegas Burhanuddin.


Dalam upaya pencegahan korupsi, LAKI secara konsisten menggelar seminar, diskusi, workshop, dan berbagai kegiatan edukatif yang telah terprogram secara nasional. Sementara dalam aspek pemberantasan, LAKI aktif melaporkan dugaan tindak pidana korupsi kepada aparat penegak hukum, baik di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.

“Tidak sedikit laporan LAKI yang berujung pada penetapan tersangka. Itu menjadi catatan prestasi kami, meski tidak pernah kami publikasikan karena LAKI tidak mengejar popularitas dan pencitraan,” katanya.


Menurut Burhanuddin, perjuangan LAKI dilandasi nilai ibadah dan konstitusi, demi mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat.


“Kami berbuat dan bertindak karena perintah agama dan konstitusi. Korupsi adalah musuh rakyat, karena akibatnya rakyat menjadi miskin, sengsara, dan hidup dalam ketidakadilan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan internal organisasi dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar kader LAKI menjadi sosok yang tangguh dan profesional.
“LAKI lahir dari Ibu Pertiwi dan akan menjadi aktor motivator persatuan dan kesatuan bangsa. Keutuhan NKRI adalah harga mati,” tegasnya.

Burhanuddin mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak membiarkan Presiden RI Prabowo Subianto berjuang sendirian dalam perang melawan korupsi.

“Jangan biarkan Bapak Prabowo Subianto berperang melawan korupsi sendirian. Masyarakat, pemerintah, dan aparat penegak hukum wajib bersatu melalui kerja nyata, bukan sekadar slogan,” katanya.
Ia mengingatkan, korupsi akan menghancurkan moral dan ekonomi bangsa jika tidak dilawan secara serius dan sistematis.

“Jangan pernah biarkan koruptor menari-nari di atas penderitaan rakyat. Tidak ada pilihan lain kecuali bangkit dan berperang melawan korupsi,” ujar Burhanuddin.

Memasuki tahun 2026, LAKI mengaku telah menyiapkan sejumlah laporan dugaan korupsi berskala besar yang berpotensi merugikan keuangan negara hingga miliaran bahkan triliunan rupiah, dan diduga melibatkan aktor-aktor besar.

Selain itu, LAKI juga merancang program pencegahan bertajuk Indonesian Zero Corruption dengan membentuk 10 ribu Satuan Tugas Pemburu Korupsi di seluruh Indonesia.

“Program ini rencananya akan kami deklarasikan pada 20 Mei 2026 di Jakarta. Tanggal tersebut kami maknai sebagai Hari Kebangkitan Melawan Korupsi,” jelasnya.

Burhanuddin menyebut, momentum 20 Mei dipilih sebagai simbol kebangkitan rakyat, sebagaimana semangat berdirinya Boedi Oetomo dalam melawan penjajahan.

“Korupsi hari ini adalah penjajahan modern yang sistematis terhadap ekonomi rakyat. Karena itu, LAKI bersepakat menjadikan 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Melawan Koruptor,” pungkasnya.
(*)

0 Komentar