INFO TERKINI -BONTANG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) Kota Bontang memproyeksikan iklim pariwisata di Kota Taman pada tahun 2026 akan mengalami tren pertumbuhan positif yang signifikan.
Transformasi Bontang dari kota industri menuju destinasi investasi dan pariwisata berkelanjutan dinilai menjadi kunci utama dalam menangkap peluang sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ketua DPC MASATA Kota Bontang, Eko Satrya, mengungkapkan bahwa optimisme ini harus dibarengi dengan dorongan kuat dari Pemerintah Kota dan DPRD Kota Bontang, terutama dalam aspek pengembangan ekonomi kreatif dan investasi hijau.
Transformasi Menuju Kota Industri dan Jasa yang Maju
Menurut Eko, Bontang saat ini tidak lagi hanya dikenal sebagai pusat industri berat, tetapi sedang bertransformasi menjadi destinasi yang menjanjikan.
Visi besar Bontang sebagai Kota Industri dan Jasa yang Maju menuntut adanya integrasi antara sektor industri dengan pariwisata.
"Arah kebijakan Pemerintah dan DPRD sangat krusial. Kita perlu fokus pada pengembangan destinasi unggulan seperti Kampung Budaya Bontang Kuala dan Kampung Adat Guntung. Keduanya harus terintegrasi dengan program wisata industri," ujar Eko Satrya.
Ia juga menekankan pentingnya penyusunan dokumen strategis, seperti Rencana Induk Pariwisata 2027–2045, agar selaras dengan prioritas pembangunan Nasional dan Provinsi Kalimantan Timur.
Langkah Strategis "Bontang Berbenah"
Untuk memastikan iklim pariwisata benar-benar tumbuh di tahun 2026, DPC MASATA merekomendasikan beberapa langkah strategis yang terangkum dalam semangat program "Bontang Berbenah":
Kolaborasi Pentahelix: Memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku bisnis, dan media.
Fokus Wisata Hijau & Edukatif: Mengembangkan potensi Ecopark dan ekowisata pesisir yang menjadi ciri khas geografis Bontang.
Peningkatan SDM: Menciptakan tenaga kerja pariwisata yang unggul dan berdaya saing global.
Penguatan Branding: Promosi yang masif untuk memposisikan Bontang sebagai destinasi pilihan di sekitar IKN.
Kemudahan Investasi:
Menciptakan iklim investasi yang ramah lingkungan untuk membangun ekosistem bisnis pariwisata yang terintegrasi.
Sinergi Kebijakan dan Masa Depan
DPC MASATA berharap tahun 2026 menjadi momentum bagi Bontang untuk memantapkan posisinya dalam peta pariwisata nasional. Dengan memanfaatkan kedekatan geografis dengan IKN, Bontang berpeluang besar menarik wisatawan dan investor jika infrastruktur dan regulasi yang ada mendukung keberlanjutan lingkungan.
"Jika kita fokus pada peningkatan daya saing dan sinergi kebijakan, pariwisata akan menjadi motor baru bagi ekonomi masyarakat Bontang," tutup Eko.
(jusmin)


0 Komentar