INFO TERKINI 🟥 SOPPENG – Pemerintah Desa Barae, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, melakukan terobosan progresif dalam pembangunan manusia. Pada Senin (12/1/2026), secara resmi diluncurkan program Sekolah Lansia SMART, sebuah wadah pendidikan nonformal yang dirancang khusus untuk meningkatkan kualitas hidup warga lanjut usia.
Peluncuran yang berlangsung di Aula Kantor Desa Barae ini menjadi momentum penting dalam mewujudkan konsep "Lansia Tangguh" di Kabupaten Soppeng. Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala DP3AP2KB Kabupaten Soppeng, Camat Marioriwawo, Kepala UPTD Puskesmas Goarie, hingga unsur TNI-Polri dan tokoh masyarakat.
Bukan Sekadar Sekolah Biasa
Kepala Desa Barae, Eka Sakti Amiruddin, menegaskan bahwa Sekolah Lansia SMART hadir untuk mengubah paradigma tentang masa tua. Program ini menitikberatkan pada pendekatan holistik yang mencakup kesehatan fisik, mental, spiritual, hingga pengenalan teknologi dasar.
“Sekolah Lansia adalah ruang bagi orang tua kita agar tetap sehat, bahagia, dan produktif. Kami ingin lansia di Desa Barae tetap berdaya dan menjadi teladan bagi generasi muda. Mereka bukan beban, melainkan potensi dan sumber kearifan,” ujar Eka Sakti dalam sambutannya yang disambut antusias peserta.
Materi yang diajarkan pun sangat aplikatif, mulai dari kebugaran jasmani, pengelolaan keuangan sederhana, hingga pembinaan spiritual, agar para lansia bisa mandiri dan tidak merasa terisolasi secara sosial.
Apresiasi dari Kabupaten: Jadi Pilot Project bagi Desa Lain
Inisiatif Desa Barae ini mendapat pujian tinggi dari Pemerintah Kabupaten Soppeng. Kepala DP3AP2KB Kabupaten Soppeng menyebut langkah ini sebagai respons cerdas terhadap tantangan penuaan penduduk (ageing population).
"Desa Barae sangat progresif. Program ini relevan untuk memastikan lansia tetap berkontribusi dalam keluarga dan masyarakat. Kami berharap ini menjadi contoh atau pilot project bagi desa-desa lain di Kabupaten Soppeng," ungkapnya.
Suasana Penuh Kehangatan
Pantauan di lokasi, acara launching berlangsung penuh keakraban.
Para peserta lansia tampak bersemangat mengikuti sesi perkenalan program. Kehadiran berbagai pihak, mulai dari tim penggerak PKK, penyuluh KB (PKB/PLKB), hingga pengurus BPD, menunjukkan dukungan lintas sektoral yang kuat terhadap program ini.
Ke depan, Sekolah Lansia SMART Desa Barae akan menjalankan kurikulum rutin yang adaptif. Pemerintah Desa berkomitmen melakukan evaluasi berkala agar program ini bukan sekadar seremonial, melainkan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga usia 60 tahun ke atas.
Dengan hadirnya Sekolah Lansia SMART, Desa Barae sukses membuktikan komitmennya dalam menciptakan pembangunan yang inklusif—pembangunan yang tidak meninggalkan siapapun, termasuk mereka yang telah memasuki usia senja
(Red)

0 Komentar